Posts

Showing posts from 2024

Fraktur Cranial Base

Fraktur Fossa Kranii Anterior Melibatkan lempeng kribriform dan tulang etmoid dengan persentase kasus sekitar 17%. Struktur yang terlibat mencakup dinding posterior sinus frontal, atap etmoid anterior dan posterior, sambungan kribriform-etmoid, atap orbital, lamina kribrosa, krista galli, orbital roof, posterior wall of the sinus, sfenoid, dan sella. Klasifikasi Berdasarkan studi kadaver dengan pola unik fraktur dan fraktur wajah Lefort (Baugnon, 2014) Tipe I : berkaitan dengan cedera frontal Tipe II : berkaitan dengan fraktur linier vertikal yang lebih lateral dari kalvarium dan anterior basis kranii Tipe III : penggabungan fraktur frontobasilar sentral dan lateral Berdasarkan era sebelum adanya CT-Scan (Escher, 1969; Tasdemiroglu, 2002) Tipe I : cedera frontal yang ditandai dengan fraktur rhinobase Tipe II : fraktur kecil yang terlokalisasi dengan celah mikro dan robekan duramater Tipe III : fraktur yang khas berhubungan dengan kompresi atau depresi jaringan saraf Tipe IV : fraktur f...

Fraktur Cranial Vault dan Basis Kranii

Fraktur Sinus Frontal Klasifikasi Meskipun  belum  terdapat  klasifikasi  universal  yang  dapat diterima,  fraktur  sinus  dikategorikan  berdasarkan  lokasi,  perluasan  fraktur,  keterlibatan  frontal  reces  atau  pada  kepustakaan  disebut juga Nasofrontal Outflow Tract (NFOT) dan keterlibatan duramater.  Berdasarkan AO Keterlibatan reses frontal Melibatkan dasar sinus frontal dan aliran drainase serta dapat melibatkan dasar tengkorak anterior. Fraktur tabula anterior Non-displaced/minimal displaced Moderate displaced Severe comminution Fraktur tabula posterior Fraktur tabula posterior terisolasi Minimal atau non-displaced Large displaced Kominusi sedang sampai berat Luka tembus Dapat menyebabkan fraktur tabula anterior atau tabula anterior dan posterior dengan derajat bervariasi. Fraktur Cranial Vault Klasifikasi Fraktur tunggal (linear atau bercabang) atau fraktur multipel F...

Fraktur Kraniomaksilofasial

Fraktur kraniomaksilofasial adalah suatu diskontinuitas tulang dan tulang rawan yang mengenai kranium dan wajah serta jaringan sekitarnya. Trauma pada daerah oral dan maksilofasial mendapat perhatian penting di dalam dunia kedokteran dan kedokteran gigi karena kompleksnya struktur anatomi di daerah mulut, rahang, hidung, dan wajah. Pada daerah maksilofasial inilah terjadi fungsi respirasi dan mastikasi sehingga kerusakan yang ditimbulkan akibat trauma pada daerah ini seringkali menyebabkan gangguan fungsi maupun estetika pada daerah tersebut. Trauma pada daerah fraktur kraniomaksilofasial dapat menyebabkan terputusnya kontinuitas tulang daerah tersebut, yang dikenal dengan istilah fraktur. Secara anatomi, fraktur pada daerah maksilofasial dapat diklasifikasikan menjadi: Fraktur basis kranii dan cranial vault Sinus frontal Basis kranii Cranial vault Fraktur midfasial (wajah tengah) Palato alveolar Maksila ( Le Fort I,II,III ) Nasal Naso-orbito-ethmoid (NOE) Orbita Zygomatico-maxillary ...